Pergerakan Harga DINAR EMAS - IDR/USD

Pergerakan Harga DINAR EMAS - IDR/USD

Alasan Fundamental Untuk Memilih Dinar…

1. Dinar Emas adalah uang yang digunakan Rasullullah s.a.w. tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk penerapan syariah itu sendiri.
a. Nisab zakat yang diukur dengan 20 dinar atau 200 dirham.
b. Batasan hukuman potong tangan bagi pencuri batasannya adalah nisab pencuri 0.25 dinar
c. Diyat atau uang darah (dibebaskan dari hukum qisas (dibunuh) yang besarnya 1000 dinar.
Lantas bagaimana kita bisa tahu seseorang wajib zakat atau malah sebaliknya berhak menerima zakat kalau ukurannya yang berupa Dinar / Dirham saja kita tidak mengenalnya?
2. Fakta di dunia modern ini bahwa uang kertas tidak akan bertahan terlalu lama. Semua uang kertas yang ada di dunia modern ini, tidak ada satupun yang membuktikan dirinya survive dalam 100 tahun saja. Bisa terjadi uangnya masih ada, tetapi daya belinya sangat jauh berbeda dalam rentang waktu tersebut.
Padahal di sisi lain ada uang yang daya belinya terbukti tetap lebih dari 1400 th, yaitu Dinar (emas). Di jaman Rasullullah s.a.w., 1 dinar cukup untuk membeli 1 ekor kambing, saat ini pun 1 dinar bisa untuk membeli 1 ekor kambing yang baik di Jakarta ...
Selengkapnya .....

Grafik Harga Emas Harian - Mingguan - Bulanan –Tahunan

Selasa, 27 Februari 2018

Penggantian Nomor Kontak Gerai Dinar Bogor

Sehubungan dengan satu dan lain hal. Nomor kontak Dinar Emas Bogor / Gold Dinar Bogor / Gerai Dinar Bogor yang semula 085781984949 diganti menjadi 08121100902. Demikian pemberitahuan kami buat.

Rabu, 23 November 2011

Pilihan Investasi : Antara Saham vs Emas…

Grafik pertama dibawah memberikan ilustrasi kinerja saham-saham di dunia yang terwakili oleh DJIA. Dengan mudah kita bisa melihat bahwa kinerja DJIA cenderung menurun dari kisaran angka 12,500 ke kisaran 11,500 dalam lima tahun terakhir, sebaliknya pada periode yang sama harga emas melonjak dari kisaran angka US$ 600-an/ozt ke kisaran angka mendekati US$ 1,800/ozt.
Artinya untuk jumlah emas yang sama yang Anda miliki lima tahun lalu, rata-rata akan mendapatkan tiga kali jumlah saham yang lebih banyak bila Anda belanjakan untuk membeli saham-saham perusahaan kelas dunia di bursa internasional.

Selengkapnya .....

Rabu, 20 Juli 2011

Ron Paul vs Bernanke: Is Gold Money? - July 13, 2011


July 13, 2011 - Congressman Ron Paul questions Federal Reserve Chairman Ben Bernanke in a U.S. House Financial Services Committee Meeting shortly after reports surfaced that the Federal Reserve was preparing for a third round of quantitative easing.

Click on the following link for analysis from Campaign for Liberty:
http://www.campaignforliberty.org/profile/7677/blog/2011/07/13/ron-paul-vs-be...
Category:
News & Politics
Tags:
Ron Paul Ben Bernanke C4L Campaign for Liberty Financial Services Monetary Policy Gold Central Banks Federal Reserve Securities Lending Government Politics Washington DC Profit Cost Money Dollar Inflation Stimulus Panic Recession Depression Spending Fiat Currency

Selasa, 19 Juli 2011

Homemade Gold Panning

Panning for gold was once a valuable occupation and can still be a challenging hobby.
A tranquil spring day spent along a wild, blue stream can only be made better if there's gold. In many of the streams and rivers in the world, gold can still be found with just a few simple tools and a eye for things that sparkle in the mud. Panning for gold is so simple, even a child can do it: it's a great activity for the whole family.

Baca Selengkapnya .....

Senin, 25 April 2011

Termites Eat Millions of Indian Rupees in Bank

Salah satu kelemahan uang kertas adalah bisa rusak atau habis dimakan rayap seperti artikel di bawah ini. Berbeda dengan jika kita simpan "hasil jerih payah kita" untuk keperluan jangka panjang dalam dinar emas atau dirham perak, meski terbakar, patah, atau terendam air atau terpendam ... ia akan tetap memiliki nilai selama masih ada wujudnya dan memiliki berat.....

Fri Apr 22, 5:53 am ET

Termites eat Indian currency worth $220,000 that was stored in steel bank chest

LUCKNOW, India – It was an all you can eat buffet at the bank.
An army of termites munched through 10 million rupees ($222,000) in currency notes stored in a steel chest at a bank, police in northern India said Friday.
The bank manager discovered the damage when he opened the reinforced room in an old bank building on Wednesday, police officer Navneet Rana told The Associated Press.
"It's a matter of investigation how termites attacked bundles of currency notes stacked in a steel chest," he said. The money was put in the chest in January.
The termites had damaged bank furniture and documents in the past.
The police have registered a case of negligence against bank officials in Barabanki, a town 20 miles (30 kilometers) southwest of Lucknow, the Uttar Pradesh state capital. In India, police register a case before opening an investigation.

Selasa, 29 Maret 2011

Gold and Silver now legal tender in Utah due to "Dying Dollar"


Kekhawatian akan runtuhnya dolar AS di kalangan wakyat AS sendiri semakin kuat. Belum lama diberitakan DPR Negara Bagian Virginia menginginkan pengakuan kembali koin emas dan perak sebagai mata uang. Kini, Negara bagian Utah, bahkan lebih maju lagi, wakil-wakil rakyatnya telah mengajukan RUU Pengesahan Koin Emas dan Perak sebagai alat pembayaran yang sah.

Pemungutan suara memenangkan sebuah RUU yang diajukan oleh Senator Rep Galvez, R-West Haven, dan selanjutnya RUUini akan dikirim ke Senat, dengan suara 47-26. Langkah ini akan mengakui emas dan perak sebagai alat pembayaran yang sah yang dikeluarkan oleh pemerintah federal - bukan hanya nilai nominalnya, tetapi juga nilai emas dan peraknya.

"Ini adalah langkah dalam kesiapsiagaan, langkah dalam keamanan," kata Galvez, "yang memungkinkan kita untuk dapat membantu mengangkat ekonomi kita selagi dolar terus menyusut."

Minggu, 20 Maret 2011

Dinar & Dirham Drain : Disparitas Harga Dan Upaya Minimisasi –nya...

Harga-harga Dinar dan Dirham yang kami perkenalkan melalui situs ini secara persistent berada jauh dibawah harga-harga Dinar dan Dirham di negeri Jiran dan Timur Tengah. Rata –rata sebulan terakhir (Maret 2011)harga Dinar kita lebih rendah hampir 10% dari Dinar di negeri Jiran, bahkan harga Dirham kita berada di sekitar 36 % lebih rendah dari Dirham di negeri tetangga tersebut.

Upaya meminimisasi disparitas harga ini akan berdampak terkatrol naiknya harga Dinar dan Dirham fisik di jaringan Gerai Dinar, sedikit menjadi lebih berat bagi yang hendak membelinya – namun secara umum akan otomatis meningkatkan nilai Dinar dan Dirham yang sudah dimiliki oleh masyarakat – relatif terhadap uang kertas. Bila Anda melihat harga jual - beli Dinar dan Dirham kami per pagi ini lebih tinggi dari kemarin-kemarin, ini adalah dampak dari penyesuaian harga bertahap tersebut.

Setiap langkah tentu ada risikonya, termasuk langkah-langkah untuk mengurangi disparitas harga ini. Bagi kami sendiri dan agen-agen kami tentu sepintas lalu akan membuat Dinar dan Dirham kami kurang menarik bagi calon pembeli – ini kami sadari sepenuhnya. Tetapi di sisi lain masyarakat pengguna Dinar dan Dirham kami juga toh yang akhirnya akan diuntungkan – karena kami menghargai buyback-nya juga otomatis lebih tinggi. Selisih harga jual dan beli yang kami selalu pertahankan tidak lebih dari 4 % - bahkan bisa turun tinggal 1% - 2 % saja melalui fasilitas penjualan ke sesama pengguna seperti yang sering kami umumkan di situs ini – insyaAllah akan menjaga harga Dinar dan Dirham yang telah ada di tangan Anda.

Masyarakat juga sering membandingkannya dengan emas lantakan, seolah harga Dinar ini jauh lebih mahal dari harga emas lantakan. Untuk obyektifnya ketika membuat perbandingan hendaknya diperbandingkan dalam kondisi yang sama – yaitu sama-sama termasuk ongkos cetaknya. Ketika saya menulis ini misalnya, harga emas di Logam Mulia (harga kemarin 18/03/2011) tertulis Rp 408,000/gram. Tetapi bila Anda membeli emas lantakan yang 4 atau 5 gram ( yg ukurannya dekat dengan Dinar), harga tersebut menjadi Rp 418,500,-/gram – karena memasukkan unsur ongkos cetak di dalamnya. Masih lebih menguntungkan emas lantakan karena 24 karat ?.

Ketika Anda jual balik ke tempat Anda membeli, atau dijual kemanapun biaya cetak emas lantakan akan dihilangkan/tidak diakui. Oleh mereka emas lantakan 5 gram Anda tersebut diatas misalnya bila Anda jual balik pada saat harga jual mereka Rp 408,000/gram – harga belinya berada pada Rp 392,000/gram. Jadi dengan asumsi tingkat harga tetap, ketika Anda membeli harganya 5 x Rp 418,500 = Rp 2,092,500; Anda menjualnya 5 x Rp 392,000 = Rp 1,960,000 atau ada loss sekitar 6.3% sebagai dampak selisih harga jual-harga beli dan tidak diakuinya biaya cetak ketika Anda menjual balik. Bandingkan ini dengan harga jual – beli Dinar yang mengakui ongkos cetak baik ketika menjual maupun membeli, ditambah system jual beli antar pengguna yang kami fasilitasi yang memungkinkan transaction loss hanya 1%-2% – maka insyaAllah secara keseluruhan Dinar ini akan tetap menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Selengkapnya .......

Selasa, 14 Desember 2010

Kamis, 18 November 2010

Deret Fibonacci dan Teori Peluruhan Untuk Menduga Harga Emas 10 Tahun Mendatang...

Oleh Muhaimin Iqbal
Kamis, 18 November 2010 05:42

Dari statistik selama 40 tahun terakhir – harga emas dunia rata-rata 2010 (sampai Oktober) dalam US$/Oz telah mengalami kenaikan sebesar 33 kali dibandingkan harga emas rata-rata tahun 1970; atau dalam Rupiah selama periode yang sama harga emas telah mengalami kenaikan sebesar 749 kali.

Dengan menggunakan pendekatan deret Fibonacci Harga Emas rata-rata 10 tahun yang akan datang dapat dihitung dari harga emas rata-rata tahun ini x kelipatan Fibonacci (1.618) ^ (10 /return period Fibonacci). Hasilnya untuk US$ adalah US$ 2,789/Oz dan dalam Rupiah adalah Rp 1,822,985/gram.

Bila kita gunakan teori peluruhan, maka harga emas rata-rata 10 tahun yang akan datang adalah sama dengan harga emas rata-rata tahun ini x 2 ^ (10/waktu paruh). Hasilnya untuk US$ adalah US$ 2,768/Oz dan dalam Rupiah adalah Rp 1, 831,898/gram.

Selengkapnya .....

Minggu, 11 Juli 2010

Kembalinya Emas Secara Diam-Diam Kedalam System Keuangan Global...

Oleh Muhaimin Iqbal
Senin, 12 July 2010 06:00 Meskipun secara formal system keuangan global yang dikomandoi IMF masih melarang penggunaan emas dalam salah satu Article of Agreement-nya yang mengikat pada seluruh anggota IMF, namun rupanya secara diam-diam emas telah kembali masuk kedalam system keuangan global yang dikelola oleh IMF sendiri. Tepatnya melalui jalur Bank for International Settlement (BIS), yaitu ‘bank’-nya bank-bank sentral dunia yang bermarkas di Basel – Switzerland.
Ketika satu atau beberapa currency – alat tukar sesaat – dari suatu negara atau beberapa negara tidak lagi bisa dipercayai – maka apa yang bisa disetor oleh negara tersebut untuk ditukar dengan currency negara lain yang masih bisa dipercayai ?, emas-lah jawabannya yang paling mudah , paling praktis dan paling bisa dipercaya.Read More ......

Selasa, 29 Juni 2010

United Nations (UN) to Mint Gold & Silver Coins?

In its wide-ranging report this fall, the UN Conference on Trade and Development (UNCTAD) stated that the system of currencies and international banking practices within today’s economies were inadequate, and responsible for the present economic crisis. The report advocates that the present monetary system, wherein the dollar acts as the global reserve currency be re-examined “with urgency”.

The UNCTAD Report was the first time a major multinational institution had forwarded such a suggestion or measure, although a number of countries, including Russia and Brazil have supported replacing the dollar as the world’s reserve currency. China’s central bank chief Zhou Xiaochuan has mentioned that the dollar could become a basket of currencies instead.

The UN commission dismissed such a widening, saying a multiple-country system “may be equally unstable, and not transparent.” Read More ....

United Nation Report : Tinggalkan Dollar...

Oleh Muhaimin Iqbal
Rabu, 30 June 2010 07:04 Ketika sepuluh bulan lalu saya menulis Tinggalkan Dollar Selagi Sempat...!, banyak yang mengkritik tulisan tersebut sebagai provokatif, tidak realistik, sentimen pribadi, apriori terhadap barat dan lain sebagainya. Nah sekarang terbukti sepuluh bulan kemudian United Nation (PBB) – badan yang paling dihormati pemerintah-pemerintah dunia – menguatkan seruan tersebut dalam laporannya paling gres yang dikeluarkan kemarin, siapa yang tidak realistik sekarang ?.

Seperti dikutip kantor berita Reuters yang kemudian menyebar ke seluruh dunia lewat berbagai media, laporan terbaru PBB yang di released Selasa kemarin menyerukan ditinggalkannya US Dollar sebagai mata uang cadangan utama dunia (main reserve currecy). Alasan utamanya adalah sudah terbukti bahwa US$ tidak dapat menjaga nilainya. READ MORE .....

Kamis, 17 Juni 2010

Prediksi Harga Emas Oleh Para Ahli-nya...

Hanya saja seandainya mengikuti statistik 10 tahun terakhir di Indonesia, dimana harga emas awal 2000 adalah Rp 66,000 /gram dan sekarang di kisaran Rp 367,000 /gram atau naik menjadi 5.56 kalinya dalam 10 tahun; maka saya tidak akan kaget bila dalam sepuluh tahun mendatang harga emas di Indonesia bisa mencapai Rp 2,000,000/gram atau Dinar mencapai diatas Rp 8.5 jt per Dinar. Wa Allahu A’lam. Read More .....

Selasa, 01 Juni 2010

Utang Buat Warga AS Stres

Selasa, 1 Juni 2010 | 06:38 WIB
SHUTTERSTOCK

WASHINGTON, KOMPAS.com Keadaan perekonomian yang masih karut-marut di AS membuat warganya khawatir atas utang mereka. Masalah utang ini menjadi momok, termasuk bagi mereka yang sudah memiliki dasar finansial yang kuat. Demikian menurut hasil sebuah jajak pendapat.

Warga AS telah terjerembap utang. Rata-rata utang kartu kredit sebesar Rp 35 juta walau sudah turun dari Rp 45 juta tahun lalu.

Keluarga dengan pendapatan di atas Rp 460 juta (50.000 dollar AS) memangkas utang kartu kredit hingga separuh. Walaupun demikian, tingkat stres mereka belum terlalu berubah. Keluarga berpenghasilan di bawah 50.000 dollar AS hanya dapat memangkas sebagian kecil utang dan tingkat stres semakin meningkat. Selengkapnya ....

Rabu, 26 Mei 2010

Optimisme Tergerus

Krisis Utang Eropa Bisa Letupkan Lagi Resesi Global

Rabu, 26 Mei 2010 | 03:41 WIB

BERLIN, SELASA - Awan mendung masih menyelimuti pasar finansial dunia. Semakin banyak orang yang menyimpulkan bahwa krisis utang di Eropa dapat berdampak buruk pada perekonomian global. Kemungkinan buruknya dapat juga membawa kembali dunia terjerembab resesi.
Pasar saham global pada perdagangan Selasa (25/5) turut terimbas dampak utang di Eropa. Daya bayar negara-negara di Eropa makin rendah terhadap utang- utang, dibarengi kelesuan pertumbuhan ekonomi, beban keuangan negara yang membesar karena produktivitas anjlok, diperburuk penduduk yang menua. Read More ....