Pergerakan Harga DINAR EMAS - IDR/USD

Pergerakan Harga DINAR EMAS - IDR/USD

Alasan Fundamental Untuk Memilih Dinar…

1. Dinar Emas adalah uang yang digunakan Rasullullah s.a.w. tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk penerapan syariah itu sendiri.
a. Nisab zakat yang diukur dengan 20 dinar atau 200 dirham.
b. Batasan hukuman potong tangan bagi pencuri batasannya adalah nisab pencuri 0.25 dinar
c. Diyat atau uang darah (dibebaskan dari hukum qisas (dibunuh) yang besarnya 1000 dinar.
Lantas bagaimana kita bisa tahu seseorang wajib zakat atau malah sebaliknya berhak menerima zakat kalau ukurannya yang berupa Dinar / Dirham saja kita tidak mengenalnya?
2. Fakta di dunia modern ini bahwa uang kertas tidak akan bertahan terlalu lama. Semua uang kertas yang ada di dunia modern ini, tidak ada satupun yang membuktikan dirinya survive dalam 100 tahun saja. Bisa terjadi uangnya masih ada, tetapi daya belinya sangat jauh berbeda dalam rentang waktu tersebut.
Padahal di sisi lain ada uang yang daya belinya terbukti tetap lebih dari 1400 th, yaitu Dinar (emas). Di jaman Rasullullah s.a.w., 1 dinar cukup untuk membeli 1 ekor kambing, saat ini pun 1 dinar bisa untuk membeli 1 ekor kambing yang baik di Jakarta ...
Selengkapnya .....

Grafik Harga Emas Harian - Mingguan - Bulanan –Tahunan

Rabu, 23 November 2011

Pilihan Investasi : Antara Saham vs Emas…

Grafik pertama dibawah memberikan ilustrasi kinerja saham-saham di dunia yang terwakili oleh DJIA. Dengan mudah kita bisa melihat bahwa kinerja DJIA cenderung menurun dari kisaran angka 12,500 ke kisaran 11,500 dalam lima tahun terakhir, sebaliknya pada periode yang sama harga emas melonjak dari kisaran angka US$ 600-an/ozt ke kisaran angka mendekati US$ 1,800/ozt.
Artinya untuk jumlah emas yang sama yang Anda miliki lima tahun lalu, rata-rata akan mendapatkan tiga kali jumlah saham yang lebih banyak bila Anda belanjakan untuk membeli saham-saham perusahaan kelas dunia di bursa internasional.

Selengkapnya .....

Rabu, 20 Juli 2011

Ron Paul vs Bernanke: Is Gold Money? - July 13, 2011


July 13, 2011 - Congressman Ron Paul questions Federal Reserve Chairman Ben Bernanke in a U.S. House Financial Services Committee Meeting shortly after reports surfaced that the Federal Reserve was preparing for a third round of quantitative easing.

Click on the following link for analysis from Campaign for Liberty:
http://www.campaignforliberty.org/profile/7677/blog/2011/07/13/ron-paul-vs-be...
Category:
News & Politics
Tags:
Ron Paul Ben Bernanke C4L Campaign for Liberty Financial Services Monetary Policy Gold Central Banks Federal Reserve Securities Lending Government Politics Washington DC Profit Cost Money Dollar Inflation Stimulus Panic Recession Depression Spending Fiat Currency

Selasa, 19 Juli 2011

Homemade Gold Panning

Panning for gold was once a valuable occupation and can still be a challenging hobby.
A tranquil spring day spent along a wild, blue stream can only be made better if there's gold. In many of the streams and rivers in the world, gold can still be found with just a few simple tools and a eye for things that sparkle in the mud. Panning for gold is so simple, even a child can do it: it's a great activity for the whole family.

Baca Selengkapnya .....

Senin, 25 April 2011

Termites Eat Millions of Indian Rupees in Bank

Salah satu kelemahan uang kertas adalah bisa rusak atau habis dimakan rayap seperti artikel di bawah ini. Berbeda dengan jika kita simpan "hasil jerih payah kita" untuk keperluan jangka panjang dalam dinar emas atau dirham perak, meski terbakar, patah, atau terendam air atau terpendam ... ia akan tetap memiliki nilai selama masih ada wujudnya dan memiliki berat.....

Fri Apr 22, 5:53 am ET

Termites eat Indian currency worth $220,000 that was stored in steel bank chest

LUCKNOW, India – It was an all you can eat buffet at the bank.
An army of termites munched through 10 million rupees ($222,000) in currency notes stored in a steel chest at a bank, police in northern India said Friday.
The bank manager discovered the damage when he opened the reinforced room in an old bank building on Wednesday, police officer Navneet Rana told The Associated Press.
"It's a matter of investigation how termites attacked bundles of currency notes stacked in a steel chest," he said. The money was put in the chest in January.
The termites had damaged bank furniture and documents in the past.
The police have registered a case of negligence against bank officials in Barabanki, a town 20 miles (30 kilometers) southwest of Lucknow, the Uttar Pradesh state capital. In India, police register a case before opening an investigation.

Selasa, 29 Maret 2011

Gold and Silver now legal tender in Utah due to "Dying Dollar"


Kekhawatian akan runtuhnya dolar AS di kalangan wakyat AS sendiri semakin kuat. Belum lama diberitakan DPR Negara Bagian Virginia menginginkan pengakuan kembali koin emas dan perak sebagai mata uang. Kini, Negara bagian Utah, bahkan lebih maju lagi, wakil-wakil rakyatnya telah mengajukan RUU Pengesahan Koin Emas dan Perak sebagai alat pembayaran yang sah.

Pemungutan suara memenangkan sebuah RUU yang diajukan oleh Senator Rep Galvez, R-West Haven, dan selanjutnya RUUini akan dikirim ke Senat, dengan suara 47-26. Langkah ini akan mengakui emas dan perak sebagai alat pembayaran yang sah yang dikeluarkan oleh pemerintah federal - bukan hanya nilai nominalnya, tetapi juga nilai emas dan peraknya.

"Ini adalah langkah dalam kesiapsiagaan, langkah dalam keamanan," kata Galvez, "yang memungkinkan kita untuk dapat membantu mengangkat ekonomi kita selagi dolar terus menyusut."

Minggu, 20 Maret 2011

Dinar & Dirham Drain : Disparitas Harga Dan Upaya Minimisasi –nya...

Harga-harga Dinar dan Dirham yang kami perkenalkan melalui situs ini secara persistent berada jauh dibawah harga-harga Dinar dan Dirham di negeri Jiran dan Timur Tengah. Rata –rata sebulan terakhir (Maret 2011)harga Dinar kita lebih rendah hampir 10% dari Dinar di negeri Jiran, bahkan harga Dirham kita berada di sekitar 36 % lebih rendah dari Dirham di negeri tetangga tersebut.

Upaya meminimisasi disparitas harga ini akan berdampak terkatrol naiknya harga Dinar dan Dirham fisik di jaringan Gerai Dinar, sedikit menjadi lebih berat bagi yang hendak membelinya – namun secara umum akan otomatis meningkatkan nilai Dinar dan Dirham yang sudah dimiliki oleh masyarakat – relatif terhadap uang kertas. Bila Anda melihat harga jual - beli Dinar dan Dirham kami per pagi ini lebih tinggi dari kemarin-kemarin, ini adalah dampak dari penyesuaian harga bertahap tersebut.

Setiap langkah tentu ada risikonya, termasuk langkah-langkah untuk mengurangi disparitas harga ini. Bagi kami sendiri dan agen-agen kami tentu sepintas lalu akan membuat Dinar dan Dirham kami kurang menarik bagi calon pembeli – ini kami sadari sepenuhnya. Tetapi di sisi lain masyarakat pengguna Dinar dan Dirham kami juga toh yang akhirnya akan diuntungkan – karena kami menghargai buyback-nya juga otomatis lebih tinggi. Selisih harga jual dan beli yang kami selalu pertahankan tidak lebih dari 4 % - bahkan bisa turun tinggal 1% - 2 % saja melalui fasilitas penjualan ke sesama pengguna seperti yang sering kami umumkan di situs ini – insyaAllah akan menjaga harga Dinar dan Dirham yang telah ada di tangan Anda.

Masyarakat juga sering membandingkannya dengan emas lantakan, seolah harga Dinar ini jauh lebih mahal dari harga emas lantakan. Untuk obyektifnya ketika membuat perbandingan hendaknya diperbandingkan dalam kondisi yang sama – yaitu sama-sama termasuk ongkos cetaknya. Ketika saya menulis ini misalnya, harga emas di Logam Mulia (harga kemarin 18/03/2011) tertulis Rp 408,000/gram. Tetapi bila Anda membeli emas lantakan yang 4 atau 5 gram ( yg ukurannya dekat dengan Dinar), harga tersebut menjadi Rp 418,500,-/gram – karena memasukkan unsur ongkos cetak di dalamnya. Masih lebih menguntungkan emas lantakan karena 24 karat ?.

Ketika Anda jual balik ke tempat Anda membeli, atau dijual kemanapun biaya cetak emas lantakan akan dihilangkan/tidak diakui. Oleh mereka emas lantakan 5 gram Anda tersebut diatas misalnya bila Anda jual balik pada saat harga jual mereka Rp 408,000/gram – harga belinya berada pada Rp 392,000/gram. Jadi dengan asumsi tingkat harga tetap, ketika Anda membeli harganya 5 x Rp 418,500 = Rp 2,092,500; Anda menjualnya 5 x Rp 392,000 = Rp 1,960,000 atau ada loss sekitar 6.3% sebagai dampak selisih harga jual-harga beli dan tidak diakuinya biaya cetak ketika Anda menjual balik. Bandingkan ini dengan harga jual – beli Dinar yang mengakui ongkos cetak baik ketika menjual maupun membeli, ditambah system jual beli antar pengguna yang kami fasilitasi yang memungkinkan transaction loss hanya 1%-2% – maka insyaAllah secara keseluruhan Dinar ini akan tetap menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Selengkapnya .......

Selasa, 14 Desember 2010

Kamis, 18 November 2010

Deret Fibonacci dan Teori Peluruhan Untuk Menduga Harga Emas 10 Tahun Mendatang...

Oleh Muhaimin Iqbal
Kamis, 18 November 2010 05:42

Dari statistik selama 40 tahun terakhir – harga emas dunia rata-rata 2010 (sampai Oktober) dalam US$/Oz telah mengalami kenaikan sebesar 33 kali dibandingkan harga emas rata-rata tahun 1970; atau dalam Rupiah selama periode yang sama harga emas telah mengalami kenaikan sebesar 749 kali.

Dengan menggunakan pendekatan deret Fibonacci Harga Emas rata-rata 10 tahun yang akan datang dapat dihitung dari harga emas rata-rata tahun ini x kelipatan Fibonacci (1.618) ^ (10 /return period Fibonacci). Hasilnya untuk US$ adalah US$ 2,789/Oz dan dalam Rupiah adalah Rp 1,822,985/gram.

Bila kita gunakan teori peluruhan, maka harga emas rata-rata 10 tahun yang akan datang adalah sama dengan harga emas rata-rata tahun ini x 2 ^ (10/waktu paruh). Hasilnya untuk US$ adalah US$ 2,768/Oz dan dalam Rupiah adalah Rp 1, 831,898/gram.

Selengkapnya .....

Minggu, 11 Juli 2010

Kembalinya Emas Secara Diam-Diam Kedalam System Keuangan Global...

Oleh Muhaimin Iqbal
Senin, 12 July 2010 06:00 Meskipun secara formal system keuangan global yang dikomandoi IMF masih melarang penggunaan emas dalam salah satu Article of Agreement-nya yang mengikat pada seluruh anggota IMF, namun rupanya secara diam-diam emas telah kembali masuk kedalam system keuangan global yang dikelola oleh IMF sendiri. Tepatnya melalui jalur Bank for International Settlement (BIS), yaitu ‘bank’-nya bank-bank sentral dunia yang bermarkas di Basel – Switzerland.
Ketika satu atau beberapa currency – alat tukar sesaat – dari suatu negara atau beberapa negara tidak lagi bisa dipercayai – maka apa yang bisa disetor oleh negara tersebut untuk ditukar dengan currency negara lain yang masih bisa dipercayai ?, emas-lah jawabannya yang paling mudah , paling praktis dan paling bisa dipercaya.Read More ......

Selasa, 29 Juni 2010

United Nations (UN) to Mint Gold & Silver Coins?

In its wide-ranging report this fall, the UN Conference on Trade and Development (UNCTAD) stated that the system of currencies and international banking practices within today’s economies were inadequate, and responsible for the present economic crisis. The report advocates that the present monetary system, wherein the dollar acts as the global reserve currency be re-examined “with urgency”.

The UNCTAD Report was the first time a major multinational institution had forwarded such a suggestion or measure, although a number of countries, including Russia and Brazil have supported replacing the dollar as the world’s reserve currency. China’s central bank chief Zhou Xiaochuan has mentioned that the dollar could become a basket of currencies instead.

The UN commission dismissed such a widening, saying a multiple-country system “may be equally unstable, and not transparent.” Read More ....

United Nation Report : Tinggalkan Dollar...

Oleh Muhaimin Iqbal
Rabu, 30 June 2010 07:04 Ketika sepuluh bulan lalu saya menulis Tinggalkan Dollar Selagi Sempat...!, banyak yang mengkritik tulisan tersebut sebagai provokatif, tidak realistik, sentimen pribadi, apriori terhadap barat dan lain sebagainya. Nah sekarang terbukti sepuluh bulan kemudian United Nation (PBB) – badan yang paling dihormati pemerintah-pemerintah dunia – menguatkan seruan tersebut dalam laporannya paling gres yang dikeluarkan kemarin, siapa yang tidak realistik sekarang ?.

Seperti dikutip kantor berita Reuters yang kemudian menyebar ke seluruh dunia lewat berbagai media, laporan terbaru PBB yang di released Selasa kemarin menyerukan ditinggalkannya US Dollar sebagai mata uang cadangan utama dunia (main reserve currecy). Alasan utamanya adalah sudah terbukti bahwa US$ tidak dapat menjaga nilainya. READ MORE .....

Kamis, 17 Juni 2010

Prediksi Harga Emas Oleh Para Ahli-nya...

Hanya saja seandainya mengikuti statistik 10 tahun terakhir di Indonesia, dimana harga emas awal 2000 adalah Rp 66,000 /gram dan sekarang di kisaran Rp 367,000 /gram atau naik menjadi 5.56 kalinya dalam 10 tahun; maka saya tidak akan kaget bila dalam sepuluh tahun mendatang harga emas di Indonesia bisa mencapai Rp 2,000,000/gram atau Dinar mencapai diatas Rp 8.5 jt per Dinar. Wa Allahu A’lam. Read More .....

Selasa, 01 Juni 2010

Utang Buat Warga AS Stres

Selasa, 1 Juni 2010 | 06:38 WIB
SHUTTERSTOCK

WASHINGTON, KOMPAS.com Keadaan perekonomian yang masih karut-marut di AS membuat warganya khawatir atas utang mereka. Masalah utang ini menjadi momok, termasuk bagi mereka yang sudah memiliki dasar finansial yang kuat. Demikian menurut hasil sebuah jajak pendapat.

Warga AS telah terjerembap utang. Rata-rata utang kartu kredit sebesar Rp 35 juta walau sudah turun dari Rp 45 juta tahun lalu.

Keluarga dengan pendapatan di atas Rp 460 juta (50.000 dollar AS) memangkas utang kartu kredit hingga separuh. Walaupun demikian, tingkat stres mereka belum terlalu berubah. Keluarga berpenghasilan di bawah 50.000 dollar AS hanya dapat memangkas sebagian kecil utang dan tingkat stres semakin meningkat. Selengkapnya ....

Rabu, 26 Mei 2010

Optimisme Tergerus

Krisis Utang Eropa Bisa Letupkan Lagi Resesi Global

Rabu, 26 Mei 2010 | 03:41 WIB

BERLIN, SELASA - Awan mendung masih menyelimuti pasar finansial dunia. Semakin banyak orang yang menyimpulkan bahwa krisis utang di Eropa dapat berdampak buruk pada perekonomian global. Kemungkinan buruknya dapat juga membawa kembali dunia terjerembab resesi.
Pasar saham global pada perdagangan Selasa (25/5) turut terimbas dampak utang di Eropa. Daya bayar negara-negara di Eropa makin rendah terhadap utang- utang, dibarengi kelesuan pertumbuhan ekonomi, beban keuangan negara yang membesar karena produktivitas anjlok, diperburuk penduduk yang menua. Read More ....

Selasa, 18 Mei 2010

Kapan Waktu Beli Emas/Dinar Terbaik & Kapan Waktu Jual...?



Untuk membeli emas atau Dinar dengan tujuan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang, agar anak-anak bisa sekolah sampai tuntas, agar ketika tua kita tidak menjadi beban orang lain, agar asset yang merupakan hasil jerih payah kita tidak terus menurun nilainya dari waktu – ke waktu; maka membeli emas untuk tujuan ini dapat dilakukan kapan saja. Tidak ada waktu yang salah untuk memindahkan asset Anda dari Asset yang berpeluang mengalami debasement (penurunan nilai) yaitu uang kertas ke asset yang terbukti memiliki daya beli stabil sepanjang zaman yaitu emas atau Dinar.

Lantas kapan waktu menjualnya yang terbaik ?; Yang terbaik adalah ketika Anda membutuhkannya untuk keperluan riil seperti membayar sekolah, pergi haji, membayar rumah, membayar biaya kesehatan, memindahkan ke investasi sektor riil dlsb. Anda tidak akan pernah menyesal mencairkan emas atau Dinar Anda untuk keperluan-keperluan yang riil tersebut. Read More ....

Jumat, 30 April 2010

Apa Yang Terjadi Bila Satu Mata Uang Jatuh...?

Written by Muhaimin Iqbal
Friday, 30 April 2010 07:38
Sekitar tiga belas tahun lalu di awal 1997 serentetan krisis dalam skala regional bermula di Thailand. Di awali dengan hengkangnya para investor karena penurunan pertumbuhan ekonomi negeri itu, krisis kemudian diperburuk dengan ulah spekulator mata uang sampai-sampai bank sentral Thailand harus menguras sampai 90% dari cadangan devisanya hanya untuk mempertahankan nilai tukar uang Baht-nya.

Cilakanya, krisis ini tidak berhenti di Thailand. Negara-negara tetangganya segera tertular dan bahkan yang terparah dan paling sulit sembuhnya adalah negeri kita. Pada puncak krisis nilai uang kertas kita pernah tinggal kurang lebih seperenamnya dari nilai sebelum krisis (Akhir 1996 US$ 1 = Rp 2,350 ; Juli 1998 US$ 1 = Rp 14,000) bila dibandingkan dengan US Dollar. Padahal di negeri dimana krisis berawal; uangnya hanya mengalami koreksi 61 % saja ( Akhir 1996 US$ 1 = Baht 25.50 ; Juli 1998 US$ 1 = Baht 41.12).

Pelajaran pertama yang kita ambil dari krisis 1997/1998 tersebut adalah bahwa krisis financial bersifat sangat menular karena kelemahan system financial global saat ini. Pelajaran keduanya adalah negara-negara yang tertular oleh krisis finansial, bisa menjadi korban yang bahkan lebih parah dari negara yang mengalami krisis yang pertama.

Kini tigabelas tahun kemudian, kita melihat proses penularan krisis berulang. Belum juga dunia sembuh oleh menularnya krisis di Amerika dua tahun lalu, krisis sejenis sekarang siap mewabah di Eropa. Yunani yang menjadi pemicu pertamanya, per kemarin hutang pemerintahnya sudah jatuh ke nilai terendah pada tingkat Junk (sampah !). Krisis Yunani sudah menulari Portugal, Spanyol dan bisa jadi akan segera pula menular ke negara-negara lain.

Pada setiap krisis tersebut; uang kertas selalu hancur di negara-negara yang terkena krisis. Setiap kali pula uang kertas hancur, pelarian utama yang paling mudah bagi masyarakat yang ingin menyelamatkan assetnya adalah ke emas. Tidak heran bila harga emas justru melonjak pada setiap krisis terjadi; pertama karena daya beli uang kertas yang dipakainya menurun, kedua karena dorongan naiknya permintaan.

Sebelum krisis melanda negeri ini 1997/1998; harga emas di Indonesia pada awal 1997 hanya di kisaran Rp 23,400 / gram; di puncak krisis 1998 emas berada pada kisaran harga Rp 147,000/ gram. Meskipun akhirnya sempat membaik ke kisaran angka Rp 65,000-an akhir 1999/awal 2000; perlahan namun pasti harga emas menjulang sampai Rp 340,000/ gram kini. Harga emas saat ini sudah lebih dari 5 kalinya bila dibandingkan harga emas paska krisis, dan 14.5 kalinya dibandingkan harga emas sebelum krisis!.
Read More ....

Kamis, 22 April 2010

G 20 Gold Reserve : Siapa Yang Lebih Pinter Dalam Permainan Ini ?

Written by Muhaimin Iqbal
Friday, 23 April 2010 07:35
Bagaimana Argentina yang mengalami krisis 2001, berhasil merecover posisi cadangan emasnya bahkan menjadi lebih tinggi dari cadangan semula di tahun 2004. Meksiko juga demikian, setelah mengalami trend penurunan sejak 2000 – akhirnya berhasil memulihkan cadangannya dalam dua tahun terakhir.

Lha negeri kita, malah mengalami penurunan cadangan emasnya-nya secara significant (sekitar 24 % dari cadangan sebelumnya) sejak akhir 2006 dan belum nampak upaya untuk memulihkannya – setidaknya berdasarkan data yang disajikan World Gold Council terakhir ini.

Sekelompok negara, secara sangat jelas memiliki trend yang rasio cadangan emasnya naik. Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, Germany, Italy, Perancis dan negara-negara Uni Eropa secara umum.

Sementara itu negara-negara lain dalam kelompok G 20 – termasuk Indonesia memiliki trend yang menurun atau paling banter tetap. Apa makna dari ini semua ?.

Negara-negara barat yang mengkampanyekan emas jangan dijadikan uang – bahkan dalam salah satu pasal di Article of Agreement of IMF (Article IV, Section 2. B), digunakan sebagai referensi nilai tukar saja tidak boleh – ternyata mereka malah membangun atau setidaknya mengendalikan cadangan emasnya dari waktu kewaktu.

Sementara itu, negeri-negeri yang polos begitu saja mengikuti kampanye anti emas ini tanpa menyadari bahwa cadangan emas mereka menurun secara kwantitas maupun secara rasio dari waktu kewaktu. READ MORE ....

Selasa, 20 April 2010

What To Do Ketika Rupiah Perkasa…?

Written by Muhaimin Iqbal
Wednesday, 21 April 2010 07:39


Bagus kah keperkasaan Rupiah ini bagi kita ?; secara umum tentu bagus karena penghasilan kita yang rata-rata dalam Rupiah memiliki daya beli yang lebih baik. Apalagi mengingat berbagai kebutuhan kita seperti bahan pangan, susu, pakaian, komputer, mobil, dlsb. sebagiannya masih harus diimpor.

Hanya saja Rupiah yang terlalu kuat bila berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama, dapat menurunkan daya saing produk-produk ekspor kita. Jadi para otoritas moneter dan perdagangan negeri ini kudu waspada – agar Rupiah tetap perkasa namun tidak sampai menurunkan kemampuan kita untuk menghasilkan devisa.

Lantas apa yang perlu kita lakukan selagi Rupiah perkasa seperti sekarang ini ?
. Untuk skala individu, inilah waktu yang baik untuk mengamankan jerih payah kita dalam bentuk benda riil seperti emas/Dinar, mesin-mesin produksi, stok barang dagangan, stok bibit ternak (yang sebagiannya sekarang masih impor) dan lain sebagainya.

Mengapa cadangan emas ini penting ?; karena semakin besar cadangan emas kita terhadap Total Reserves, semakin stabil daya beli uang kita – semakin aman dari guncangan nilai mata uang seperti yang pernah kita alami secara berulang kali dalam 40 tahun terakhir.

Bila hal ini dilakukan oleh negeri ini, insyaAllah ini menjadi “hasil panenan yang dipertahankan di bulirnya” seperti yang dicontohkan oleh Nabi Yusuf A.S. dalam Al-Qur’an ketika menyiapkan rakyatnya untuk menghadapi paceklik panjang. Paceklik panjang di zaman modern ini bisa terjadi melalui hancurnya nilai mata uang seperti yang pernah kita alami tahun 1997/1998.
READ MORE .....

Rabu, 14 April 2010

Perkiraan Harga Emas Versi National Inflation Association (NIA)

Written by Muhaimin Iqbal
Wednesday, 14 April 2010 11:17
Gold  Price Trend in US$, GBP and EUR

The National Inflation Association (NIA) adalah organisasi yang didedikasikan untuk mempersiapkan warga Amerika dalam menghadapi hyperinflasi. Targetnya bukan hanya mampu bertahan (survive) tetapi sedapat mungkin juga tetap makmur ketika hyperinflasi terjadi.

Saat ini Amerika terlibat dalam hutang yang nilainya tidak kurang dari US$ 12 trilyun; disamping memiliki kewajiban yang tidak ada dananya (unfunded liability) sebesar US$ 55 trilyun.

Dengan commitment bailout US$ 11.8 trilyun dan sudah direalisir US$ 3.6 trilyun; maka para pendiri NIA ini yakin Amerika akan segera bangkrut.

Ada tiga pilihan investasi yang menurut NIA harus dilakukan oleh warga negara Amerika untuk selamat dan bahkan tetap makmur meskipun hyperinflasi melanda. Ketiga investasi ini meliputi segala sesuatu yang terkait dengan emas, perak dan pertanian dalam arti luas (termasuk perikanan, peternakan, kehutanan dlsb)

READ MORE .....

Selasa, 30 Maret 2010

Menduga Sisa Nilai Uang Kertas Dengan Teori Peluruhan…



Print E-mail
Written by Muhaimin Iqbal
Tuesday, 30 March 2010 06:47
Waktu Paruh Uang  Kertas

Konsep yang mudah untuk dipahami bersamaan dengan teori ini adalah adanya konsep waktu paruh (half-life), yaitu waktu yang diperlukan materi subjek peluruhan eksponensial untuk menjadi tinggal separuhnya dari materi semula.

Pada tahun 1970, ketika emas masih dijadikan standar mata uang dunia dalam perjanjian Breton Woods harga emas dunia berada pada angka US$ 35.94/Oz. Dengan nilai tukar Rupiah Rp 415/US$; maka harga emas saat itu di Indonesia berada di kisaran Rp 480/gram

Berdasar grafik Nilai Sisa setelah waktu paruh ke N = 100%/2^N disamping ; kita akan tahu dimana posisi US$ dan posisi Rupiah setelah 40 tahun US$ kini berada pada waktu paruh antara ke 4 menuju waktu paruh ke 5; dengan kata lain US$ memiliki waktu paruh sekitar 8.9 tahun.

Saat ini dengan uang Rp 327,000 Anda dapat belikan 1 gram emas; maka dengan uang yang sama 4.2 tahun lagi hanya bisa membeli ½ gram emas, setelah 8.4 tahun lagi, tinggal setara ¼ gram emas.

READ MORE ....